Mandiri Sebagai Kedaulatan Positif: Analisis Diplomatis dan Implikasi Pariwisata dari Kebijakan PenolakanBantuan Asing Dalam Penanganan Bencana Banjir Sumatera 2025

Muhammad, Rahmad (2025) Mandiri Sebagai Kedaulatan Positif: Analisis Diplomatis dan Implikasi Pariwisata dari Kebijakan PenolakanBantuan Asing Dalam Penanganan Bencana Banjir Sumatera 2025. Nusantara : Indonesian Journal of Tourism Studies, 04 (01).

[img] Archive
1 - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (147kB)

Abstract

Artikel ini menganalisis keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menetapkan banjir Sumatera November 2025 sebagai bencana nasional dan menolak bantuan asing dari dua perspektif yang saling terkait: diplomasi bencana (disaster diplomacy) dan manajemen krisis pariwisata (tourism crisis management). Dengan menggunakan kerangka teoritis kedaulatan positif, destination image recovery, dan sustainable livelihood framework for tourism (SLFT), penulis berargumen bahwa kebijakan ini merepresentasikan pilihan strategis yang legitimate untuk menjaga citra destinasi Indonesia, melindungi investasi pariwisata prioritas super di Sumatera (khususnya Danau Toba), dan membangun ketahanan destinasi jangka panjang. Kajian ini merujuk pada literatur akademis terkini (2021-2025) tentang disaster diplomacy, tourism crisis management, dan post-disaster destination recovery.

Item Type: Article
Subjects: F Hospitality & Tourism > F1001 Tourism
Divisions: Pariwisata > Sarjana
Depositing User: Mr. MUHAMMAD RAHMAD
Date Deposited: 14 Jan 2026 02:05
Last Modified: 14 Jan 2026 02:05
URI: http://repository.iptrisakti.ac.id/id/eprint/5610

Actions (login required)

View Item View Item